Just One Day - Gak Akan Pernah Cukup

source available here
 Ditinggal pas lagi sayang-sayangnya emang gak pernah enak. Apalagi udahlah ditinggal, gak dikasih penjelasan apapun pula.
---

It is my fault for not write anything here, since Tumblr looks perfect to me in my hectic. But please don't get it wrong, I just have some problem with this page. Some cookies trapped me and I don't know how to make it right. Well, thanks Bobby to make it live again!

Saya menikmati hidup dengan sangat normal seperti biasanya sejak terakhir kali menulis. Well, it was exactly a year ago since I post my thought here. Cukup banyak hal keren terjadi dan pengalaman-pengalaman seru (walau kadang ada gak serunya) yang saya lewati. Sekiranya kamu ingin bermain-main dirumah baru saya di Tumblr, sila cari "Veroblandine on tumblr" di mesin pencari Google. You will get what you want.

But now, ada sebuah alasan yang membuat saya kembali. Sesuatu yang terus memanggil dengan kenangan-kenangan indah. Memang tak akan pernah mungkin kita selamanya berlari dari kenangan, bukan? Alasannya adalah Gayle Forman. Wait, what? Gayle Forman. The writer.

Beberapa buku yang debut miliknya adalah Leave Me, If I Stay, dan Where She Went. Saya pribadi menyukainya semenjak If I stay difilm-kan di Indonesia. Well, that's amazing! Saya yang tidak terlalu suka dengan jalur cerita manja dan sedih seolah teriris, tercabik, sekaligus kesal dengan cara Forman berpikir melalui tulisan-tulisannya.

Kali ini saya akan menulis tentang ketiga buku series Gayle Forman yang berhasil membuat saya tidak bisa tidur berhari-hari karena menunggu kiriman yang selalu terlambat datang dari sebuah toko buku. If only you know how much I starve to read them.

I Don't Believe In Destiny

Pernah gak accidently meeting some-random-people and you were not notice 'em but glanced for a while, and looooooong way after that meetings, you've found yourself on 'theirs' circle? I have done with it for almost a couple's couple dozens times. It is something more than Deja Vu, and I have no idea for this at all.

Saya gak pernah menyayangkan pertemuan atau menyesali perpisahan. I have to admit, semua itu udah diatur Tuhan dengan ngasih kita pilihan dalam hidup. I don't believe in destiny. Buat saya, nasib itu depends on pilihan yang kita ambil dan cara kita menyikapinya. Tapi kadang, harus diakui, saya sangat amat terkagum-kagum dengan kuasaNya yang bisa bikin hal kecil jadi something beyond human expectation. Permasalahannya cuma satu, kita seringkali mensyukurinya dengan "Wah, gak nyangka ya.." tanpa diikuti kalimat syukur lainnya.

Seminggu terakhir, saya dikejutkan dengan beberapa orang yang tiba-tiba masuk ke hidup saya. I'm surprised. Mereka adalah orang-orang yang saya temui bertahun-tahun sebelumnya dan sekarang mendapat peranan penting dalam hidup saya. Kadang saya geli sama perasaan dan daya ingat saya yang pengen nyadarin mereka kalo 'kita pernah ketemu lohhhh!', tapi ya karna anaknya gengsi abis, selalu ga pernah keucap.

For example, salah seorang rekan kerja duluuu banget. Kita sering ketemu di kantin kantor dan ngerokok bareng di Smoking Area. Ngobrol banyak hal sebagai karyawan, sampe segala unek-unek dikeluarin. Bahkan, pernah sekali saya kesulitan mencari tempat kos yang dekat dengan kantor, dan karena bantuannya, saya se-kos dengannya. Cowok yang baik, enak diajak ngomong, wawasan luaaas banget, gimana ga bikin hati berdebar. Walau saya tau he's taken already, tetep saya bodo amat dan menikmati perasaan kagum saat itu. Until one day in my balcon, kita bertukar cerita tentang kehidupan religius kita. Saat dia sebut nama Gerejanya dan bercerita banyak hal tentang pengalaman religiusnya. I'm totally surprised. I just realize that I've looking for him for soooooo many years. Dialah pria yang punggungnya saya liatin tiap ibadah di Gereja itu, yang selalu saya ikutin dengan pelan waktu ngambil komuni bahkan yang sempet saya kepoin tapi harus hopeless karena dia bukan anak OMK rupanya. Tuhan punya cara buat pertemuan dan perpisahan.

Kejadian itu sering banget saya dapati dalam kehidupan saya. Terutama seminggu belakangan, entah itu orang yang saya temui di pusat perbelanjaan bertahun tahun lalu, orang yang pernah membantu saya waktu ban bocor di tol, kakak tingkat yang gak sengaja ospek saya waktu masih Mahasiswa Baru, cowo cakep yang rupanya anak guru SD saya (dan pernah saya gendong waktu itu, dia lebih muda beberapa taun dari saya), hingga seorang teman dari jaman KinderGarten (padahal saya belum di Indonesia saat itu).

Sebut ini sebagai sebuah kebetulan. Tapi apakah 'kebetulan' itu tak turut direncanakan oleh Tuhan?

I'm feeling so blessed and so peaceful in His. Don't you?

Letter #3 : Half of My Faith

After all this sacrifation.

Finally...

I'm on my halfway to my faith. So really excited! I went home and texted him about my achievement and he was so happy, though. Yesterday was friday. He came home late, again. Reminding that 3 days later is the first day of fasting month, almost all moslem here packed up for some traditions. So that it ruins the traffic. Jakarta to Cibinong, Bogor.

While the traffic's still jammed, I texted him very often. Questioned too much. And even ordered him too often. But he is so adorable, he knew exactly what he supposed to do. That's why I love him more and more everyday.

Right after he fell asleep, I re-read our text and found some stupid, one of them. Well, it's not literally stupid. It's just because this was our things, so really really months ago. I just can't help myself to stop re-reading those.

"I hope one day, you'll realize that I do think of you everyday"

That's what he said. Well, to be honest. He's not kind of romantic or even attractive. He just the way he is, himself. To read even heard such a cute word came out from his mouth, I really can't help to hug him tight. Deeply. My sweetie baby cute. My lover. My partner. My bestfriend.

Thank you baby for such a cute messages before sleep. It's really made my day. I love you so much and can't wait to see you, touch you, hug you, or even kiss you any longer.

Ps. Thought we haven't kiss for months. I mean.. Our kisses.

A plenty of love,
XXOOXOXXOO

Letter #2 : Stay Strong, Baby!

Just like a so many days before, he texted me when he's on his way home.
Tonight,
Just like a so many days before, he talked about Jakarta and the most well-known unpredictable condition, Traffic Jammed.
Well, we knew it already, don't we?

Knowing that he'll be home at 10pm, my memory has trying to recall the others.
Hidari...
He used to be home at 6pm when he was in VoI.
He used to text me very routine when he was in VoI.
And also, he used to see me by video call, when he was in VoI.

Everything has changed.
Since he is in this new company, I just realized that I pushed him too much.
Lack of sleep, too much things to be think of, and even managing his so rush time.
I'm feeling like "Oh My God, Am I just pushed him too much?"

There's nothing I can say 'bout this, baby.
There's no word could describe my feelings.
There's no you to talk about it right now.

Stay strong, baby.
Just like what you said to me.

Eat well, sleep well, drink well,
Live well
Baby.

Thank you for this super maximum efforts. You've impressed me.

I love you, baby.
And it will grow more and more.
Day after day..
So please, just stay strong.


XX
The Migi

Letter #1 : Who Am I?

It must be a very long time since I wrote the last post.
Kindda miss this home, but unable to reach that soon...
So sorry.

I enjoyed my (about) 8 months love story with Hidari. The last post I wrote about him.. To be honest, I read them over and over for this last a couple of week. I may not good in writing, either in speaking. Seriously, don't ask. It'll be an honor to get lost with him. Have you ever feel being loved by someone you loves more? Well, I have.. maybe.

Cinta : Fase Saling Memahami

"This is us, against time and distances"

Matahari tak akan pernah mengerti
Tentang keindahan bulan di malam hari
atau sekedar taburan bintang yang ada di langit
saat awan masih terus beriring rapi
dan matahari..
bersembunyi...

Hingga tulisan ini di publish, saya masih gagap untuk menulis kenangan kencan kedua. Baiklah, sedikit saya berikan gambaran. Sekarang, saya berada di Reading Lights Cafe, dihadapan saya ada seporsi besar Kentang dan Sosis goreng serta beberapa buku bacaan mengenai Brand and Brandingnya McKinsey. Berpura-pura sibuk, sementara saya hanya berpikir bagaimana mengawali cerita ini.

Sebenarnya kencan kedua ini berlangsung dibulan September, hanya saja karena beberapa hal, keterlambatan untuk menulis tidak dapat dihindari. Bahkan saya sempat bertanya pada Hidari, "Apa yang bisa gue tulis di blog?" - ya karena beberapa hal yang sangat dipertimbangkan. Well, tiramissu cake saya baru saja datang. Terima kasih!

19 Jam Terindah Untuk Sebuah Kata Diatas Kata "Sayang"


“Bertemulah karena memang dipertemukan, berpisahlah karena memang tak dipersatukan”

Pasti banyak dari kita yang selalu bertanya-tanya, “Apakah ini jodohku?” atau “Apakah dia yang dipersiapkan Tuhan untukku?”. Well, saya gak bakal membahas tentang apa itu jodoh atau bagaimana caranya bertanya dengan Tuhan tentang masalah itu.

Post ini saya dedikasikan special untuk seseorang yang baru saja menghabiskan 19 jam dalam hidupnya untuk menggenggam tangan saya, bahkan memeluk saya dan berbagi rencana masa depannya dengan saya. So proud for being your Migi, babe.

Ada satu rahasia yang mungkin belum pernah saya ceritakan. Petulangan mencari pasangan memang selalu menjadi pergumulan yang kompleks, bagi sebagian kita. Dan kelelahan saya berakhir pada salah satu harapan kecil dan doa singkat di ulangtahun yang ke 20th. Saya bercerita pada Tuhan malam itu, saya mencurahkan segala unek-unek saya karena lelah mencari pasangan yang tepat. Saya merasa belum pernah menemukan rasa sayang sebesar saya menyayangi sosok pria di masa lalu. Saya terlalu fokus pada pria itu, yang kini sudah lebih dulu menemukan bahagianya. Segala tentang perasaan yang saya miliki, saya pikir itu adalah cinta.

Namun tahukah kamu, ada rasa diatas kata “sayang” untuk mereka yang dipertemukan bukan karena saling mencari. Tapi karena merasa sudah menemukan apa yang selama ini – bahkan tak sempat dicari. Saya gak tau apa kata yang pas diatas kata “sayang”, tapi pastinya kata itu jauh lebih tinggi dari kata “cinta”. Kalau boleh didefinisikan, saya akan menyebutnya “Hidari”.

Awal perkenalan dengan Hidari, bukan momen yang harus dibanggakan. Hidari adalah sosok pria yang berhati dingin, berpikir terlalu logis, selalu berkutat dengan isi kepalanya, egois, tak banyak bicara dan pembawaannya yang sangat terstruktur sering membuat orang-orang disekitarnya merasa “terlalu” segan. Kamu pasti tau kan arti kata “terlalu” segan? Ya, banyak orang yang merasa takut untuk sekedar berbasa basi dengan Hidari. Seolah, semua yang layak dibicarakan adalah hal yang penting.

Jangan kira saya tidak melewati masa itu. Saya cukup sering mendapat respon singkat seperti “Go kill yourself” atau “Herew” dari Hidari. Tapi seperti kalimat pembuka post ini. Bertemulah karena memang dipertemukan. Lewat kesabaran kak Debrina sebagai Madame Tjoerhat terbaik, saya dan Hidari perlahan tapi pasti mulai menemukan jalan untuk melangkah bersama. Meski sangat lambat untuk menyadari perasaan yang ada, seenggaknya itu bukan karena ragu. Melainkan menunggu untuk memastikan bahwa perasaan tersebut bukan sementara. Atau bahkan kenyamanan sesaat.

Dibalik semua persepsi orang sekitar terhadap Hidari, saya menemukan sebuah kelembutan dan ekspresi kasih sayang yang cukup berbeda. Berawal dari pengikutsertaan nama saya dalam skripsinya, Hidari mulai berani membuka dirinya lebih. Saya mulai mengerti cara berpikir, kebiasaan dan ekspresinya. Namun kala itu, pertengkaran kecil dan nyaris berujung pada perpisahan, beberapa kali terjadi. Disana saya merasa bahwa “Cinta juga butuh status yang jelas”. Bukan karena legalitas untuk menyebut pasangan dengan panggilan sayang, bukan pula sebagai kebanggaan pribadi terhadap orang-orang disekitar, melainkan ciri pengikat agar tak ada ucapan, “Kita Cuma teman” atau “Kita bahkan belum mulai apapun” dalam hubungan.

ALERTS! Paragraf berikut akan berisi momen indah saya di kencan pertama. Terima kasih bila ingin membaca, silakan exit bila merasa tak begitu penting.

Kenapa Ganti Nama?

Udah lama ga cerita-cerita disini ya. Ngerasa ada yang beda ga? Ada gemes-gemesnya gitu, mungkin?

Well, hello again buat anda yang masih mau buka page ini. Mohon maaf sebesar-besarnya kalau saya rada susah dicari dari peredaran. Things’re complicated, mohon doanya agar segala kendala ini bisa selesai.

Buat anda yang dulu mungkin udah pernah kesini, semoga ga ada pertanyaan “anunya kok beda ya?” atau “ini blog baru apa gimana sih?” (seperti yang temen saya Tanya di suatu sore yang agak sendu).

Jauhi Meningitis, Dekati Gaya Hidup Sehat

Beberapa waktu yang lalu, artis kawakan Yoga Saputra atau yang lebih akrab disapa Olga Saputra, dikabarkan meninggal dunia. Setelah berjuang melawan penyakit Meningitis yang menggerogoti tubuhnya bertahun-tahun, usai sudah perjalanan Olga di dunia ini. Pria kelahiran 1983 yang berprofesi sebagai penghibur dibeberapa stasiun televisi swasta ini disinyalir menghebuskan nafas terakhir di kamar rawat intensif Mount Elisabeth Hospital setelah menjalani kurang lebih setahun perawatan.

Kejadian yang menimpa Olga sebenarnya bukan hal pertama di Indonesia, penyakit Meningitis atau peradangan pada selaput otak ini sudah dikenal sejak bertahun-tahun yang lalu. Tak lama setelah kabar mengenai kesehatan Olga, publik seolah ramai membicarakan gaya hidup sehat. Agak aneh memang, menurut saya pribadi gaya hidup sehat tidak harus diterapkan setelah anda didiagnosa penyakit serius, bukan? Gaya hidup sehat bisa dan layak dilakukan sedini mungkin. Mungkin Olga adalah salah satu artis yang sempat mengabaikan gaya hidup sehat karena tuntutan profesinya, anda?
Beberapa hal kini mulai saya lakukan mengingat dunia semakin panas karena Global Warming. Isu pemanasan global yang awalnya saya pikir hanya wacana ini, ternyata benar-benar mengancam kehidupan di muka bumi. Bagaimana tidak? Semakin hari, suhu udara di kota Bandung semakin tidak bersahabat. Monitor detector suhu yang berada disekitar jalan Dago membuktikan bahwa Bandung dimalam hari hanya mampu mencapai 21 derajat celcius, naik 3 derajat celcius dari tahun 2012. Mengatasi hal tersebut, tentu bukan hal yang mudah. Apalagi isu global, tapi kita bisa kok mengubah isu global dari hal kecil tentang kebiasaan kita.

Bandung, Cerita, dan Sudut Terindahnya


Saat harus diminta untuk mendeskripsikan kota tempat tinggal sekarang, apa yang bisa saya katakan? Saya terlalu mencintai kota ini, hingga tak mampu mencari kata yang sanggup merepresentasikannya. Bandung, bukan kota besar, bukan pula kota kecil. Bandung adalah cukup. Cukup menjadi tempat belajar, tempat hidup, tempat mencari nafkah dan menghidupi diri sendiri, dan cukup mampu menjadi idaman semua orang. Siapa yang rela meninggalkan keindahan yang ditawarkan Bandung? Pagi yang sejuk, siang yang riuh, sore yang merdu, hingga malam yang romantis. Bandung memang kota sejuta cerita.

Dari sinilah cerita saya berangkat. Sebagai gadis kelahiran Bandung, saya belum pernah menikmati kota ini secara sadar. Minggu ke empat setelah lahir di Maskumambang, saya diterbangkan ke Utrecht dan hidup disana selama beberapa tahun. Sekembalinya ke Indonesia, saya menikmati udara dan keriuhan yang ditawarkan ibu kota, dan beberapa kota lainnya. Hingga 2012 saya kembali ke Bandung, kota kembang, kota Paris van Java, kota sejuta cerita.

Saya sering membaca beberapa novel sejak duduk di bangku Primary School. Sejak itu saya mencintai malam, semua hal yang terjadi di malam hari dan segala keindahan bulan dengan hiasan bintang nan indah. Saya sangat mengagumi malam. Lalu apakah yang membuat saya mencintai Bandung? Apa yang membedakan Bandung dengan kota lainnya? Apakah cerita yang ditawarkan Bandung untuk saya?

#FAQ : Anak PR, Katanya...

Lagi-lagi ingin bercerita tentang dunia kampus yang makin kesini makin bikin males. Bukan karena kampusnya, tapi karena tugasnya. Kalau postingan sebelumnya saya berbuih dengan perbedaan Public Relation (Humas)  dengan Marketing (Pemasaran), kali ini saya ingin sedikit sok pinter di konteks kehumasan sendiri.

Sebagai mahasiswi yang belum lulus dan masih duduk di semester 6, saya sudah merasakan beberapa hal penting yang harus dimiliki seorang humas. Nah, kenapa tiba-tiba saya kepikiran post tentang ini? Jadi gini, ada cukup banyak pertanyaan yang masuk ke akun askefem saya. Anak gaul ceritanya. Dan banyak dari mereka yang bertanya hal yang yang sama. Sama-sama bikin pusing pala berbi. Haha.

Bukan karena pertanyaannya, tapi jawabannya yang bener-bener bikin merenung dan menghabiskan tujuh hari, sepuluh bungkus rokok, tiga puluh lima gelas kopi susu dan delapan bungkus mie instan. Hidup anak kos. Sorry agak lama, tapi ya sekarang saya akan berusaha menjawab pertanyaan temen-temen semua. *tangan dikepalkan* *pasang pipi sinchan*

Kalo mau jadi anak PR emang harus kece dan borjuis, ci?

PR is NOT MARKETING !!

Sebuah pilihan memang memiliki tingkat relatifitas yang sedikit susah untuk dijelaskan dengan kata-kata. Apalagi dengan adanya ilmu retorika dalam dunia komunikasi yang seolah membutakan dunia tentang “poin tambahan” dari komunikasi itu sendiri. Beberapa orang bahkan kerap menyamakan definisi retorika sebagai satu-satunya kegunaan komunikasi. Entah mungkin karena kesederhanaan “komunikasi” atau mereka yang belum mengerti tentang bagaimana seluk beluk dunia komunikasi.

Saya beruntung mendapatkan kesempatan menjadi salah satu mahasiswa komunikasi di perguruan tinggi negeri Bandung, Jawa Barat. Konsentrasi yang saya pilih adalah Public Relation. Jangan salah, apa yang kamu pikirkan gak jauh berbeda dengan yang orangtua saya pikirkan.


“Komunikasi?”
“Public Relation?”
“Mami capek bayar uang sekolah selama ini cuma buat masuk fikom?”
“Semua piala dan sertifikat lomba robot, fisika, kimia, mau dikemanain kak?”
“Tau gak sih komunikasi itu jurusannya anak-anak pemalas?”
“Kakak mau jadi apa kalo ngambil komunikasi?”

and so on..

#WhenGirlsAsk Kenapa Suka Aku?

Beberapa hari yang lalu, saya mendapat beberapa rekomendasi musik dari rekan sekantor saya. Sejak berhasil menghanyutkan saya dengan Pentatonix-nya yang oke, saya jadi sering meminta beberapa rekomendasi musik dari dia. Walau hanya Bruno Mars, saya merasa "Kenapa Bruno Mars lagunya asik banget? Gue kemana aja? Bukannya dari jaman SMA juga udah sering dengerin Bruno Mars? Tapi kenapa gak tau ada lagu sekeren ini?"

Skip!

Sebenarnya itu tidak ada hubungannya dengan postingan kali ini. Dari judul, seharusnya anda sudah dapat menebak apa yang saya pikirkan dan rancang untuk postingan ini.

Skip!

Buat anda yang pernah pacaran (inget nih buat yang PERNAH pacaran yaa) pasti pernah mengalami insiden "Kenapa kamu suka aku?". Hakikatnya, yang sering bertanya hal itu sih wanita (dan biasanya jadi pertanyaan telak buat pria).

#ThePowerOfRetweetButton (Part 1)



"Cel, galau mulu. Ga capek?" Kata seorang teman di chat BBM saya. Saya bingung. Kenapa saya galau? Setelah diskusi panjang hingga larut. Si teman meminta saya untuk melihat isi timeline di Twitter. Dan jadilah saya mengerti apa maksud teman saya ini.

Saya tidak sedang galau ataupun berniat untuk mengutarakan hal yang biasa disebut "Kode". Saya sering mengoceh di sosial media, memang. Tapi kebanyakan semua ocehan saya tidak merujuk pada suatu makna yang jelas faedahnya. Duh, faedah. Saya sendiri bingung dengan apa yang saya tulis barusan.

Kemudian, saya menyadari bahwa salah satu hobby favorit saya adalah dengan men-tweet ulang dari tweet yang dibuat oleh beberapa pengguna lain (atau lebih dikenal dengan Retweet). Entah sebuah hobby atau kelakuan iseng belaka, saya juga tak tau pasti. Hingga saya melakukan analisis tentang #ThePowerOfRetweetButton. Saya menemukan beberapa indikasi atau bahkan diagnosa tentang retweet versi wanita dan pria. Tapi di postingan kali ini, kita akan bahas versi wanita dulu karna saya perempuan ya!

DITAMPAR TUHAN



So it's about Jesus and His grace…

Buat anda yang merasa tidak seharusnya membaca postingan ini, silakan klik tanda (X) di tab browsernya. Saya tidak memaksa.

Postingan ini entah kenapa meneriaki saya untuk segera di publish dan membagikan kasih suka cita kepada anda. Sifatnya umum dan tidak hanya untuk kalangan pribadi. Saya hanya ingin menceritakan sedikit "Perpanjangan Tangan Tuhan" dalam hidup saya. Mungkin ini akan terbagi dalam beberapa chapter, tapi mungkin saja ini akan terus berlanjut dan menjadi wadah saya untuk bersaksi tentang Kasih-Nya. Saya memang tidak terlalu pintar dalam hal ini, dan blog hanyalah tempat saya untuk mencurahkan aspirasi. Bukan kebelet eksis. Tapi ya kalau tiba-tiba saya eksis, itu sih bonus.

Bolehkah kuucapkan, "Selamat Ulang Tahun, Papi?"

Untuk yang (sempat) kupanggil Papi,

Hai. Selamat hari Minggu. Bagaimana kabarmu disana? Sehat, kan?
Aku, dan keluargaku yang sekarang sangat baik keadaannya. Kamu masih ingat kan siapa yang kumaksud?
Iya, kuharap kamu masih mengingatnya.

Biar kuceritakan sedikit, agar kau tau perkembangan kami.

Abang tahun ini akan melanjutkan studi doktoralnya di Inggris, nilainya pada masa studi master di Melbourne sangat baik. Ia mendapat gelar lulusan terbaik kedua di kampusnya. Dia akan berangkat ke Inggris akhir tahun ini, sekarang dia sedang sibuk mengurus segala keperluannya sendiri. Dan, abang sudah punya kekasih sekarang. Abangku memang ganteng, aku tak begitu menyukai kekasihnya. Namanya Grace. Mungkin kamu harus sedikit meluangkan waktu untuk menghubungi anak tertuamu, Pi.

Alex sekarang sudah kelas 2 SMA, dia berhasil mendapatkan kelas Science International di sekolahnya. Dia masih berkeinginan menjadi penerusmu. Musisi. Dia juga sudah memiliki kekasih lho. Namanya Cantika, tapi biasa kupanggil Tika. Anaknya baik, sempat beberapa kali bertemu dengannya di sebuah acara "Anak SMA". Alex beberapa kali memintaku untuk menghubungimu, tapi wanita yang sekarang bersamamu sering kali memutuskan panggilan dariku. Mungkin sesekali bisa kau marahi dia. Seperti saat kau memarahi mami.

#MUSICRECOMMENDED : Jatuh Cinta Sama "PENTATONIX"

Saya jarang sekali percaya begitu saja dengan rekomendasi musik dari rekan kantor. Berdomisili di Jawa Barat apalagi memiliki rekan kerja yang SUNDA ABIS (Bayangkan indra pendengaran saya harus dicekoki lagu-lagu sunda yang lemah gemulai-red) membuat saya malas untuk bertanya tentang rekomendasi musik mereka. Hingga suatu ketika, salah seorang rekan kerja melihat saya yang asyik browsing musik terbaru di YouTube pada jam kerja. Dia langsung menawarkan saya untuk mendengarkan salah satu lagu favoritnya, Say Something. Ya, lagunya Christina Aguillera. Saya sempat menolak beberapa kali untuk mendengar musik rekomendasi nya karena sudah pernah mendengar versi originalnya. Tapi?! SUMPAHNYAAAAAA GAK NYANGKAAAAAAAA!!!!! Itu salah satu aransemen terbaik yang pernah saya dengar. Akapela! Ya.

Jadi, grup akapela dengan lima vokalis ini berasal dari Arlington, Texas. Digawangi oleh Scott Hoying, Kirstie Maldonado, Mitch Grassi, Avi Kaplan dan Kevin Olsula. Grup ini mulai terkenal waktu menang di salah satu acara kontes bernyanyi yang diadakan oleh sebuah stasiun TV swasta setempat tahun 2011. Jujur, saya juga tidak terlalu mengikuti perkembangan prestasi grup akapela yang lebih dikenal dengan nama PTX ini. Tapi, pertama kali mendengar mereka. Saya tergidik. Mereka benar-benar memiliki bakat yang luar biasa dalam bermusik.

Genre grup ini sih sebenarnya akapela dengan pop atau kadang soul. Kirstie Maldonado, satu satunya wanita di grup ini bahkan sempat menjuarai kontes pemilihan Vokal Glee di daerahnya. Ah. Pada gak sabar ya pengen tau gimana kualitas mereka? Check this out, guys! Ini salah satu cover mereka untuk lagunya Royals - Lorde.


Kalo udah dengerin dan rupanya selera kita sama, kayaknya ngopi bareng bisa jadi pilihan yang baik ya? Tenang, kita bayar masing-masing aja. Oke?




Salam sayang buat kamu yang mungkin belum peka,



dari aku yang terus ngodein kamu sampai peka.

#EDISIMACET : Nikmatnya Macet!


Demi jenggot Dumbledore,
Demi kaca-mata Harry Potter,
Demi serangan Kameha-meha jaman SD,
Demi apeng-nya seluruh gadis saat saya menggandeng tangan si tampan, Al Gazali.
Ya, demi itu semua. Demi. Demi Moore.

 
Ada apa sih kok pake acara demi-demi-an segala? Ceritanya saya bete! Demi apapun, di mobil berjam-jam nungguin macet di siang bolong dan harus mengejar waktu buat ke kantor. Atau sekedar mengejar waktu buat balik kerumah dimalam hari. Bandung memang sih ya! Duh.

Suatu hari, saya berada di sebuah GTO dalam perjalanan Bandung-Jakarta. Dan, kalian tau. Saya harus terjebak macet dan antrian yang cukup panjang sampai sekitar 45 menit. EMPAT PULUH LIMA MENIT dalam sebuah GTO, dan masih harus melewati beberapa titik kemacetan lagi. Yaampun. Tiba-tiba ponsel saya berdering. Ada telepon dari Bang Bernard, abang sepupu saya.


"De.. udah dimana? Lama amat" katanya dari ujung telpon.
"Masih macet bang. Duh tempatnya ganti aja deh jangan disana. Gak keburu ini.." 
"Lah macet yaiya macet. Namanya juga Jakarta-Bandung.."

Nah, ini kalimat yang janggal menurut saya. Emang Jakarta-Bandung harus banget macet? Iya sih, abisnya Jakarta-Bandung itu bagai 2 kota dalam 1 jangkauan #halah. Trus hubungan sama postingan lo apa sih? Buruan dong. Gue juga mau walking ke blog sebelah nih. Duh, sabar dong. Lagu aja pake intro. Saya kali ini akan memberikan ide-ide segar untuk menikmati macet. Apa tuh? Kepo kan? Makanya sabar.

6 Pertanyaan yang Gak Banget


"Ceeeeel! Kemana aja? Ya ampun udah kangen banget!!!" kata seorang teman kepada saya beberapa hari yang lalu.
Kalimat itu membuat saya terhenyak dan berfikir, sudah berapa banyak orang yang menyapa saya dengan kalimat seperti itu? Apa saya memang benar-benar invisible sehingga selalu tidak terlihat? Atau setiap orang yang berteman dengan saya cukup amnesia sehingga sedetik setelah bertemu, mereka seolah lupa segalanya. Saya cukup terganggu dengan kalimat sapa itu. Ya! Bahkan sangat terganggu.
Dalam hidup (tsaaaaah) ada beberapa pertanyaan yang saya benci untuk dijawab. Tapi kebanyakan orang menyanyakan hal ini kepada saya! Ya ampun, kayak yang gak ada pertanyaan lain aja. Jadi apa aja deh pertanyaan yang gak banget itu? Nih! Kita mulai dari yang pertama ya.

#BLOGAWARDS ASIKNYA DAPET LIEBSTER PERTAMA

Disela-sela jam kerja, saya mendapat notifikasi email dari seorang teman di blogger. Ah paling hanya notifikasi comment semata, karena saya baru membuat postingan movie review yang sebenarnya belum rampung tapi sudah dipublish *maaf*.

tapi bukan, dugaan saya rupanya salah total. Saya mendapat award pertama untuk blog ini yang notabene belum lama di kelola. Postingannya saja bisa dihitung dari biji kedondong. Rupanya postingan saya mampu menggugah Khairunnisa Siregar untuk berbaik hati memberikan saya sebuah liebster award! Wah. Bahagianya. Thank you, sist! Jadi semangat blogging deh *rotfl



berhubung blog saya bernuansa merah muda, award kali ini saya berikan warna senada ya. Soalnya kalau denada, sudah ada yang punya. #salahfokus




Sedikit cerita, liebster ini artinya tersayang dalam bahasa jerman. Kenapa bisa tau? Soalnya saya terbiasa mengatakan "ich liebe dich" ke mami setiap pagi sebelum sarapan. Untuk kalian, mungkin bisa coba kebiasaan saya biar semakin hangat dengan keluarga *smile*

jadi, ini adalah award berantai yang tak kan pernah putus seperti cintaku padamu *halah cel!* dan setelah mendapatkan virus ini dari kak ica, sayapun harus meneruskan virus ini ke teman-teman blogger yang lain. Emang peraturannya gimana sih? Gue gaptek nih. Tenang, karena saya baik hati dan jarang ngompol, aye beri nih!! Cekidot ah.

1. Buat postingan liebster award setelah mendapatkan virus ini *just like i did, dear*
2. Basa basi terima kasih sama link balik! Jangan lupa. Kata mami itu penting.
3. Menulis 11 hal tentang diri sendiri. Bebas mau apa aja.
4. Menjawab 11 pertanyaan dari si pemberi virus. Okeh!
5. Memilih 11 blogger lain untuk mendapatkan serangan virus ini. Kalo bisa gebetan biar sekalian kepo #eh

nah, sekarang saya sudah menyelesaikan tahap pertama dan kedua. Berarti tinggal yang ketiga dan keempat lalu kelima.

11 hal tentang diri sendiri

1. Mahasiswi komunikasi
Sukses berdomisili di bandung sebagai hasil dari iseng-iseng berhadiah masuk perguruan tinggi negeri. Sekarang hampir semester 5 dengan mengambil major public relation. Katanya sih anak pr itu cantik-cantik dan tidak jomblo, ada yang bilang juga anak pr itu langsing dan cewe abis. Tapi saya? Jangan berharap lebih teman! Saya masih suka basket, futsal, berenang, barbie, dan ngejar layangan dilapangan perum. Ehm. Yang terpentng, saya *uhuk* belum taken kok. #bukankode

2. Males ngampus
Iya, saya memang agak malas kuliah. Soalnya dosen juga malas liat muka saya, kebanyakan nanya katanya. Tapi bukan berarti saya males ngikutin kegiatan kampus lho. Saya sering disuruh-suruh dosen buat ikutan lomba sana-sini. Mulai dari film, videography, debat mahasiswa, speech contest, hingga balap mobil saya ikuti. Lumayanlah, nambah-nambah koleksi piala sama sertifikat. Kali aja bisa dipakai suatu saat nanti atau setidaknya sebagai daya tarik sebagai calon menantu idaman.

3. Berkacamata
Saya menggunakan mata tambahan sejak duduk dibangku sma kelas 10. Pertama kali menggunakan mata tambahan, saya langsung diserang minus 1,5. Jadilah saya tidak bisa lepas dengan kacamata. Penderitaan tak sampai disitu, saya didiagnosa menderita silindris. Oh tidak! Ini semakin menyita pandangan saya. Matapun tak lagi stereo menyidak lelaki tampan nan rupawan. Tapi ada untungnya juga sih, saya jadi nambah satu koleksi lagi saat ini. Ya! Koleksi kacamata. Saya punya banyak kacamata dengan berbagai gaya *walau warna frame tetap hitam*

4. Penyiar radio
Dengan bangga, ya. Saya memang penyiar radio. Sejak duduk di tahun akhir smp, saya sudah menjadi guest announcer disalah satu radio swasta di kota saya. Kayaknya tak perlu sebut merk ya, toh saya sudah keluar dari stasiun radio tersebut. Jam terbang saya tak berhenti sampai disana. Saya sempat ditarik oleh beberapa stasiun radio swasta lainnya, dikota manapun saya berada (maklum nomaden). Kenapa mereka percaya saya? Kenapa saya bisa ditarik kemana-mana? Sebenarnya tak lepas dari satu orang berjasa. Abang. Iya, abang saya memang cukup okem. Katanya sih anak gawl jekardaah. Tapi apapun itu, saya akui pergaulannya mantaps! Saya dikenal sebagai cello adeknya blablabla. Nama abang selalu melekat tanpa henti, sampai sekarang. Lalu sekarang siaran juga kah? Tidak! Saya bosan pulang malam, kuliah pagi, tidur di studio. Ha ha ha.

5. Katanya anak radio kental sama night life ya? Udah ngapain aja?
Itu gak bisa dipungkiri sih. Saya mengenal beberapa hal melenceng segera setelah terjun di dunia broadcast. Misalnya rokok dan clubbing. Tapi untunglah saya masih dalam orbit pengawasan sang abang. Jadi tak perlu khawatir. Orang di indonesia masih banyak yang baik kok. Oh ya! Saya juga alcoholic. Keluarga saya malah seluruhnya alcoholic. Tapi kita gak ngeganggu kok, asal jangan diganggu. Dan satu lagi, tolong jangan judge cewek perokok atau cewek tukang clubbing ya! Sudah emansipasi, cowok juga banyak yang make-up atau bahkan oplas tete! *gak nyante*

6. Selain radio, ngapain lagi?
Saya menyutradarai beberapa project film dan sukses membuat beberapa iklan bersama ka upi dan abang terbawel. Mereka mengajar saya banyak hal soal broadcast. Alhasil saya berhasil berteman dengan beberapa bintang dan menyutradarai film mereka. Saya cinta broadcasting, ini seperti passion hidup yang tak bisa dikalahkan. Mungkin karena abang. Abang saya memang banyak menginfluence saya.

7. Perempuan tercantik kedua setelah mami
Saya anak perempuan satu-satunya di rumah *tentu saja bibik tidak masuk dalam hitungan*. Punya sebiji abang laki-laki dan dua butir adik laki-laki. Kata orang saya manja, sensian, egois, cerewet. Tapi ada juga yang bilang saya cuek, tomboy, pendiam. Ah! Apapun itu saya tidak terlalu peduli. Saya adalah saya. Pecinta barbie, suka masak-masakan, suka musik, suka nonton, suka haha-hihi, suka jalan-jalan, suka cowok tinggi apalagi anak basket dan bisa drum #eh

8. Aquarius tulen gak pake nawar
Saya aquarius. Yang katanya cewek aquarius itu setia, baik, supel, keceng-able , penyayang, dan bla bla bla. Intinya hati-hati jangan sampai naksir sama saya. Saya bahagia menerima kado setiap 15 february. Hah? 15? 14 february kan valentine! Iya! Makanya saya bilang jangan sampai naksir, saya gak suka dirangkap. Apalagi urusan hadiah atau kejutan. Kejutin akyuu doong #yailahceeeells

9. Caffeine kisser
Kopi itu lucu. Kadang pahit, kadang manis. Tergantung siapa yang bikin dan gimana moodnya. Saya moody, tapi bukan maudy. Maaf ya. Hampir mencoba semua jenis kopi dan paling tidak suka aroma kopi american blend. Ah! Enek. Jangan traktir saya american blend, atau kita gak usah temenan.

10. Ceplok batok!
Saya kalau ngomong suka gak dipikir, soalnya otaknya terbatas. Nomer hp sendiri aja jarang inget. Untung masih inget nafas, masih inget mandi, masih inget makan, inget bobo dan inget bangun. Jadi jangan pernah menganggap terlalu serius ocehan saya ya! Saya bukan serius. Saya pecinta tulus apalagi barry likumahuwa #halah kalau ada yang perlu dibicarakan, silakan hubungi saya. Boleh via apapun, asal jangan sms. Saya gak ngerti smsan selain sms dosen nanya kapan dibolehin uas susulan ._.

11. Paling sayang sama siapa?
Kenapa ini saya jadikan yang terkahir, karena saya penganut "save the best for the last". Saya sayang jesus christ sebagai penebus dosa dan bapa luar biasa! Saya sayang mami sebagai wanita terhebat yang rela bertaruh nyawa untuk memberikan saya kesempatan mencicipi dunia. Saya sayang abang sebagai cowok terkeren dan sempurna yang pernah ada di kehidupan saya, sosok abang bisa jadi segalanya. Saya fans berat abaaaang! Saya sayang adik-adik saya sebagai dua manusia terusil, ternakal yang pernah ada. Entahlah, rasanya kesel ngeliat mereka, tapi kalo gak ketemu kayak ada yang hilang. Saya sayang phobe sama glen! Dua anjing tersayang yang setia ngejilatin saya setiap pagi biar gak telat bangun. Maklum, kata mami anak gadis harus bangung pagi. Saya kan masih gadis ;;)

lalu, 11 pertanyaan dari ka ica. Fyuh.. Perjuangan berat sob!

1. Tiga kata yang paling mendeskripsikan diri kalian apa?

Saya adalah saya. Ha ha ha. Yang menilai itu orang lain, saya susah menilai diri sendiri. Menurut ka ica, gue gimana coba? Haha

2. Apa buku favorit kalian yang sampe gak bosen-bosen kalian baca?

Paling seneng sama komik sih, komik sinchan. Di toilet gue banyak komik sinchan. Soalnya abang juga seneng sinchan. Daripada ngeroko ditoilet, gak baik. Mending baca komik porno.

3. Apa momen yang paling berkesan terkait blog kalian?

Saya agak absurd orangnya, dan ini bukan blog niche. Jadi setiap postingan saya disini menurut saya berkesan. Karena apapun yang saya pikirkan, saya tulis di blog ini. Tinggal gimana yang baca aja ngerti maksudnya atau tidak haha. Kalau mau kepo, silakan sering-sering mampir ya :p

4. Kalian gak bisa hidup tanpa apa? Kenapa?

Tanpa nafas! Haha. Iyalah, gimana mau hidup kalo gak nafas :p

5. Kenapa ngeblog?

Intinya saya cerewet. Saya punya banyak topik untuk dibicarakan. Dan kebanyakan topiknya juga random. Nah, daripada saya cerita sama orang yang tidak tepat dan malah dibilang radio rusak. Mendingan nulis, lumayan sekalian eksis. Tulisan kan berbekas hehe.

6. Paling suka makan apa?

Coklat sama eskrim! Kalo beruntung, bisa ketemu banyak bungkus coklat di kamar saya. Mulai dari coklat mahal impor yang dikasi orang sampe coklat gopek-an di kolong tempat tidur. 

7. Menurut kalian gue ini orangnya bagaimana?

Ka ica itu baik banget, pinter buktinya jebol di sastra rusia ui, terus ka ica juga blognya bagus, gue jadi mupeng ._.

8. Sudah dapat apa saja dari blog kalian?

Baru dapet komen dari mantan. Puas?! *gak nyante*

9. Apa obsesi terbesar di hidup kalian?

Earn and living abroad! Saya ingin kembali ke belanda. Saya rindu nenna :')

10. Kalo lagi kena writer’s block, kalian ngapain?

Kalau saya sih didiemin jadiin draft. Ntar sekitar sebulan atau lebih dikit dibuka lagi, biasanya langsung muncul alur baru yang gak kalah keren. Nah, kalo udah muncul alur baru, idenya jangan digantungin. Kasian. Saya aja gak suka digantungin. Inget loh, abis gantung langsung lupa #yailahcurhat

11. Pernah kepikiran buat bener-bener berhenti ngeblog gak? Kenapa?

enggak sih, saya senang berselancar di dunia maya soalnya. You know, dunia maya itu semacam tempat main asik tanpa batas waktu dan lokasi. Mau nyari masa lalu bisa, ngomongin masa depan juga bisa. Asal jangan terjebak masa lalu ya, harus berdamai dengan masa lalu #halahcurhatmulu

sudah puas kah ka ica? Haha.


Nah, saya dapat lagi beberapa Award dari teman-teman yang rupanya menyukai blog saya. Duh, makasih banyak ya. Saya dengan senang hati nih jawabnya.
Pertanyaan dari Bang Jek nih.

1. Gimana menurut lo tentang Liebster Award?
Ajang kepo-kepoan sih. Ajang kode-kodean juga bisa. Tergantung gimana nyikapinnya aja sih.

2. Kisah cinta yang paling pahit yang pernah lo alami?
Buat gue ga ada yang pahit sih. Awalnya kan berawal dari "mau"-nya gue juga, resiko harus sudah jadi tanggung jawab gue dong.

3. Apa keuntungan blogging buat lo?
Apa ya. Lumayan aja ada tempat ngobrol, punya temen baru, mengabadikan segala sesuatu yang ada di pikiran gue. Jadi kalo lupa, tinggal buka blog. inget deh.

4. Apakah lo sering iri kepada blogger lain? Kenapa dan siapa blogger itu?
Enggak, kenapa harus iri? Setiap kita itu unik. Ke siapa-pun gue senang belajar, dan semoga mereka juga senang mengajari gue huhu.

5. Mengapa jomblo sering di-bully?
Duh, mas jomblo ya? 

6. Pengalaman hidup apa yang paling berkesan buat lo?
Apapun itu, buat gue semua berkesan. Semua berharga. Dan semua sangat gue nikmati. Tuhan sayang sama gue :)

7. Kuliner Indonesia yang paling lo gemari?
Nasi padang doang paling.

8. Potensi alam apa dari Indonesia yang masih belum dimanfaatkan dengan baik?
Potensi alam? Hm. Mungkin polusi kali ya. Siapa tau polusi bisa dijadikan sesuatu yang prestigious, kenapa enggak? di alam kan itu? 

9. Perubahan apa yang lo alami setelah lo mulai nge-blog?
Makin pendiem. Kata temen gue, gue jadi pendiem. Abisnya bahan obrolan di masukin blog semua hahaha.
10. Apa cita-cita lo yang paling tinggi?
Bawa mami ke Promised Land, sukses dalam segala hal dan bisa ngasih apa aja yang mami mau. Selama ini kan mami baik banget sama gue, gantian sih ya hihihi

11. Apa aja yang udah lo perbuat untuk meraih cita-cita tersebut?
Kerja keras sih dari sekarang. Setiap orang punya talenta kan. Tuhan gak tutup mata, Tuhan tau batasan gue, dan dia pasti dengar permintaan gue.


Udah kan Jek? Ah, lo sih kalo ada pertanyaan lain langsung chat aja. Gak usah pake ginian hahaha. Trus, satu lagi dari kak Adit nih kak, aku jawab ya hahaha

1. Menurut kamu, kenapa sih setiap ada yang curhat, kadang didahului dengan kata maaf?
Mungkin karena gak semua orang seneng denger curhatan. Kan manusia itu ada dua, si Pendengar dan si Pembicara. Kalo ada Pendengar yang ikut Berbicara, pasti gak terlalu mantep, gitu juga sebaliknya. duh gue ngomong apa sih? 


2. Lebih memilih dengar lagu dari radio atau music player?
Radio hahaha. Radio itu punya banyak lagu baru, biasanya kalo nemu lagu baru dari Radio, baru gue download dan jadiin playlist di iPod. hehe


3. Punya tips biar tidak takut anjing dan cepat tahu berenang gak?
Duh apa ya? Hm, mungkin dengan bersamaku kamu tidak takut. aku bisa jadi kekuatan untuk kelemahanmu, halah.

4. Punya barang yang tidak bisa dipisahkan dengan kamu gak? Boleh tahu itu apa?
Baju lah! Kalo gak pake baju, bugil dong? Kalo bugil, banyak yang naksir dong :/


5. Kalau Tujuh Bola Naga di Dragon Ball itu nyata, kamu akan ikutan kumpulin bola itu gak? Kalo iya, mau diapakan?
Duh kak, aku gak ngikutin Dragon Ball. Crash Bandicoot aja deh ya? xp


6. Jujur, pernah percaya gak kalo Doraemon itu benar-benar ada?
Pernah kak. Doraemon itu abang gue. Apapun yang gue mau pasti ada sama dia, dia sih cowok idaman #halah


7. Suka sama lawan jenis dari kapan?
Dari SD kelas 2 kak. Kecepetan ya? duh.


8. Arti blog kamu buat kamu apa?
Blog itu kalo ditambah Go, malah jadi GOBLOG. Makanya jangan pake GO.


9. Menurut kamu, saya itu bagaimana? Lebih banyak yang negatifnya sih lebih bagus. Buat bahan memperbaiki diri.hehe
Duh kak, aku kudu piye ini? Hm, kak adit itu suaranya bagus. SC nya kereeeeen! Negatifnya hm. Kakak taken ya? hahaha


10. Pernah gak tidak percaya sesuatu tapi ternyata eh bisa kejadian?
Pernah. Dan selalu terjadi. itu namanya bukti kalau Tuhan itu ada kak.


11. Pertanyaan terakhir. Pernah dengar lagu-lagu saya gak? haha
SELALU! LIAT DONG AKU FOLLOW SC KAKAK!

Hahaha udah kak? Ada lagi? ahahha
Dan virus ini akan saya teruskan untuk blogger-blogger unyu idola saya. Ngefaaaaans deh!



Dan ini 11 pertanyaan kepo yang harus kalian jawab! Hahaha

A. Nama lengkapnya siapa sih? Bangga ga sama nama sendiri?
B. Punya nama samaran atau nama pena? Kenapa?
C. Kalo ulang tahun pengennya dikasih apa?
D. Suka nonton film apa? Kenapa?
E. Punya benda kenangan masa kecil gak?
F. Menurut kalian, karakter kalian itu apa sih?
G. Cara gokil promosiin blog menurut kalian?
H. Kenangan ter-awkward apa selama hidup?
I. Gimana cara beradaptasi ditempat baru? Nunggu kenalan? Atau ngajak kenalan?
J. Jomlo? Kenapa jomlo?
I. Paling penting nih, saya itu menurut kalian gimana? Pesan dan kesan buat saya apaaah?

Sudah kan? Sudah ya.. Iya. Sudah. 
Maaf ya postingannya panjang. Abis saya norak sih, maklum award pertama di blog ini. Pertanyaannya dijawab ya. Dan jangan lupa digilir ke yang lain.



Salam,

Aku yang sudah berdamai dengan masa lalu